Sabtu, 27 November 2010

Ulama Mabuk dan Penjahat Insyaf 01

konon ada seorang ulama yang ditawan oleh sekelompok penjahat. Pimpinan penjahat tersebut mengatakan ke ulama bahwa kalau dia ingin dibebaskan, ulama tersebut harus memilih tiga tawaran dari kawanan penjahat tersebut.

sang kepala perampok berkata;
'Wahai ulama yang shalih, ...mana yang akan kamu pilih dari ketiga tawaran ini yang bisa menyelematakan nyawamu?" semuanya telah siap didepanmu dan kamu harus memilihnya dengan segera.

pertama, ada sebotol anggur. jika ingin selamat, kamu harus menghabiskan sebotol minuman beralkohol tersebut.
kedua, ada seorang wanita cantik dimana kamu harus melakukan hubungan seksual jika tidak ingin kepalamu aku penggal.
atau, kamu bersedia membunuh seorang anak buahku yang terikat tangannya. dia telah berkhianat kepadaku.

sang ulama bingung karena ketiga pilihan itu sangat berat. dia ingat salah satu firman tuhan bahwa dosa orang yang membunuh tidak akan diampuni oleh tuhan. jika berzina, maka dia harus dirajam sampai mati..ini sama saja dengan terbebas dari gerombolan penjahat tapi bersiap mati dilempari batu. sampai akhirnya dia berfikir bahwa yang paling ringan dosanya adalah meminum anggur.

'ya udah saya memilih untuk meminum anggur!' kata sang ulama

silakan...tapi kamu harus meminum sebotol anggur itu sampai habis. kalau tidak habis, akan aku penggal kepalamu. jawab si kepala penjahat.

"baiklah," kemudian si ulama meminum anggur segelas demi segelas, tetapi karena dia tak terbiasa minum minuman beralkohol, akhirnya dia merasa pusing setelah menghabiskan setengah botol anggur.

"cepat habiskan, atau aku penggal kepalamu.." gertak si penjahat sambil menghunus pedang.

karena takut mati, akhirnya sang ulama terus meminum anggur sambil merasakan kepalanya yang semakin berat. sampai akhirnya dia tidak bisa membedakan mana yang botol anggur, wanita cantik, dan anak buah penjahat yang berkianat.
pertama, dia memegang tangan si wanita tersebut yang dianggapnya sebotol anggur. karena teler, dia marah karena anggurnya tidak keluar dari tangan si wanita, dan dia merobek-robek baju wanita itu. kemudian dia mulai membelai seluruh tubuh wanita yang halus tersebut. dari sinilah kemudian birahinya keluar dan mulai menciumi si wanita sampai akhirnya dia melakukan hubungan seksual.

"astaghfirullah....!! ampunilah dosa-dosaku" kata si ulama itu setengah sadar setelah melakukan zina dengan si wanita tadi. dia tahu bahwa hukuman org yang berzina adalah rajam sampai mati. dia panik, dilihatnya kanan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang tahu. kemudian samar-samar dia melihat anak buah penjahat yang berkianat tadi duduk dengan tangan terikat. secepatnya dia mengambil pedang yang dipegang oleh kepala penjahat dan menusuk anak buah penjahat itu sampai mati. tujuannya agar dia tidak diketahui telah berzina.

kemudian sang kepala penjahat memerintahkan anak buahnya yang lain untuk membunuh si ulama tersebut.

beberapa tahun kemudian, sang penjahat terkena penyakit parah yang mengancam hidupnya. dia masih ingat ketika si ulama minta ampun kepada tuhan. karena itulah dia memutuskan untuk berlajar agama sebelum meninggal dan mencari seorang ahli agama. dia pergi ke arah timur dan bertanya kepada seseorang di jalan.

"wahai hamba tuhan, tahukan kamu dimana aku bisa bertobat dan belajar ilmu agama?"

"teruskan jalanmu ke timur, niscaya kamu akan bertemu dengan seorang ahli agama."

akhirnya si penjahat terebut meneruskan langkahnya ketimur sampai berhari-hari. karena kelelahan dan penyakitnya semakin parah, si penjahat tadi meninggal ditengah perjalanan.

ketika di akhirat, si penjahat bertemu dengan sang ulama yang dia bunuh ketika mereka menghadap malaikat untuk ditanyai perbuatan baik dan buruk.

pertama sang malaikat menyanyai ulama.

"wahai hamba tuhan, kenapa kamu ada disini dan apa yang kamu harapkan?"

"saya mati dibunuh oleh si penjahat itu karena saya meminum anggur, berzina dan membunuh orang. tetapi saya melakukan kebaikan di sisa umur saya. surga manakah yang pantas untuk ku wahai malaikat!"

"kamu tidak pantas ke surga karena ketiga jenis perbuatanmu itu telah menghilangkan pahala selama kamu hidup, maka kamu masuk neraka.." sang malaikat menjawab

kemudian si malaikat bertanya ke penjahat,
"wahai penjahat, kenapa kamu disini dan apa maumu?"

"wahai sang malaikat, saya hanyalah hamba tuhan yang banyak dosa, sudah banyak orang yang susah karena ulahku. jika si ulama yang aku bunuh itu saja sudah pasti ker neraka, lalu....neraka manakah yang cocok untuk aku ini?"

kemudian malaikat mengatakan, baiklah wahai hamba tuhan yang bertobat, kamu pantas ke sorga karena setelah aku ukur jarak dimana kamu mati dengan rumahmu dan rumah sang ahli agama, jarak ketika kamu mati lebih dekat ke rumah ahli agama. bersukurlah atas usahamu.

itulah gambaran antara dua orang dengan orientasi dan kehidupan yang berbeda. saya rasa cerita ini masih relevan sampai sekarang meskipun harus ditarik ke konteks yang berbeda.

(bersambung......)
Delionine, 1 August 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar